Dengan pilihan yang begitu banyak hingga tak mungkin ditonton habis dalam satu masa hidup, mudah bagi kita untuk berpikir bahwa belum pernah ada masa yang lebih baik untuk menjadi penonton TV. Namun, kenyataannya, ledakan pilihan ini justru membuat orang semakin sulit menemukan tayangan yang menarik minat mereka. Meskipun tantangan ini umum terjadi di semua platform TV, hal ini sangat relevan dalam dunia televisi gratis yang didukung iklan (FAST), yang terus mendapatkan popularitas di kalangan penonton yang mulai lelah dengan langganan berbayar.
Warna yangmenawan!
Selain harus bersaing dengan beragam platform dan saluran, saluran FAST juga harus bersaing dengan ratusan saluran lain yang sering kali disertakan dalam satu paket layanan. Tantangan tersebut pun semakin membesar secara signifikan ketika program-program tersebut tidak menyertakan informasi yang dibutuhkan pemirsa untuk menentukan apakah mereka tertarik dengan program tersebut. Dan yang agak mengejutkan, hal ini merupakan kelemahan yang umum terjadi.

Sebuah analisis terbaru, misalnya, menemukan bahwa hampir sepertiga dari program dalam basis data FAST milik Gracenote tidak mencantumkan rincian genre saat diajukan untuk penyempurnaan metadata. Implikasinya bagi penyusunan program di sini sangat jelas.
Secara garis besar:
- Sebuah layanan/platform tidak dapat mengkategorikannya
- Penonton tidak akan tahu apakah mereka akan tertarik dengan hal itu
- Merek-merek tidak akan tahu apakah mereka ingin menayangkan iklan di platform tersebut
Sangat diragukan bahwa daftar tayang dapat diterapkan pada suatu layanan tanpa informasi penting seperti genre, namun penetapan yang didasarkan pada platform mana pun akan kurang memiliki keseragaman untuk menjamin interoperabilitas di seluruh ekosistem streaming yang lebih luas. Selain itu, ada kemungkinan bahwa nilai default yang ditetapkan bisa saja tidak akurat.

Kabar baiknya dalam skenario ini adalah para pembuat konten telah mengirimkan program mereka ke Gracenote untuk normalisasi dan pengayaan metadata. Sayangnya, FAST masih berusaha mengejar ketertinggalan dalam hal metadata—bahkan untuk hal-hal mendasar seperti genre, negara produksi, perusahaan produksi, tanggal tayang perdana, peringkat, dan gambar.
Jadi, apa masalahnya?
Memahami pentingnya metadata berarti memahami kondisi industri streaming saat ini. Pilihan konten dan layanan kini begitu melimpah, dan pemirsa sedang mencari cara untuk menemukan konten yang mereka minati. Sebuah survei terbaru dari LG Ad Solutions, misalnya, menemukan bahwa 56% penonton kini lebih memilih menonton video streaming daripada TV tradisional, namun mereka menghabiskan 12 menit untuk mencari tayangan yang ingin ditonton. Dan sebanyak 70% di antaranya lebih memilih konten yang didukung iklan, yang tepat berada di segmen pasar utama FAST.
Daya tarik FAST tidak luput dari perhatian pemirsa. Di AS, pemirsa TV telah meningkatkan waktu menonton FAST mereka lebih dari dua kali lipat selama setahun terakhir: Pada Februari tahun lalu, Pluto TV dan Roku Channel menyumbang 1,7% dari total penggunaan TV. Setahun kemudian, layanan-layanan tersebut ditambah Tubi menyumbang3,7%¹.
Sumber
- Laporan Nielsen berjudul “The Gauge ”, Februari 2024.
